/Di Nias Selatan, Bawaslu Kabulkan Gugatan Mantan Terpidana Ikut Nyaleg

Di Nias Selatan, Bawaslu Kabulkan Gugatan Mantan Terpidana Ikut Nyaleg

 

NIASTODAY.COM | Nias Selatan – Empat bakal caleg asal Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, yang pernah dijatuhi vonis atas kasus pidana akhirnya mendapat angin surga dengan diperkenankan mengikuti Pemilu 2019 (Pemilu Legislatif) melalui putusan sidang adjukasi yang dikabulkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nias Selatan.

Dari rekap empat jenis putusan adjukasi yang diterima wartawan, Putusan pertama yakni An. Yulius Dachi (Nomor Registrasi 001/PS/BWSL.KAB.Nisel/02.19/VIII/2018) dan Putusan kedua An. Ariston Moho (Nomor Registrasi 002/PS/BWSL.KAB.Nisel/02.19/VIII/2018) adalah mantan terpidana kasus korupsi (Kejahatan luar biasa/ekstra ordinary crime).

Sedangkan dua penggugat lainnya yang dimenangkan Bawaslu melalui putusan adjukasi yakni An. (Faudosokhi Laia dan Akila Wau) adalah mantan terpidana kasus kejahatan umum.

“Benar, ada empat penggugat adjukasi yang dikabulkan. Dari dua penggugat yakni pada putusan 1 dan 2 adalah mantan Napi kasus pidana korupsi”, Ucap Ketua Bawaslu Kabupaten Nias Selatan, Filipus Famazokhi Sarumaha, kepada wartawan melalui telepon seluler. Sabtu (8/9/2018)

Filipus memberitahu bahwa melalui amar putusan pihaknya telah memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nias Selatan untuk melaksanakan putusan tersebut dengan mengakomodir para pemenang gugatan untuk masuk dalam Daftar Calon Pemilu 2019 (Pileg).

“Jika KPU Nias Selatan tidak menjalankannya, Kami akan berkoordinasi kepada Pimpinan Bawaslu di tingkat Provinsi untuk menunggu petunjuk selanjutnya”, Katanya

Sedangkan Ketua KPU Kabupaten Nias Selatan, Alfian Zeni Dachi, Ketika dihubungi wartawan membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui putusan dimenangkannya mantan narapidana pada sidang adjukasi.

“iya benar. Hanya dua orang mantan Napi kasus korupsi. Selebihnya mantan Narapidana kasus pidana umum”, Ujarnya

Pada tulisan melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (7/9), Mantan Komisioner KPU RI yang saat ini menjadi Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil (Hadar Nafis Gumay) juga menyesalkan putusan Bawaslu yang kembali meloloskan eks koruptor ikut menjadi Caleg.

“kemarin 4 caleg mantan terpidana korupsi diloloskan lagi oleh Bawaslu Pandeglang & Nias Selatan. Mau sampai kapan putusan model begini dikeluarkan Bawaslu? akan penuh caleg bermasalah pemilu kita”, Tulisnya

Untuk diketahui, Bahwa dalam Pasal 7 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 yang telah di sahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham RI) menyebutkan bahwa pihak yang bisa ikut Pemilu Legislatif adalah Bukan mantan pelaku Korupsi, Bukan mantan pelaku pengedar narkoba dan Bukan mantan pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

(Red/Tim)