/Oknum Caleg Demokrat Penganiaya Petugas Auditor Ditahan Polisi

Oknum Caleg Demokrat Penganiaya Petugas Auditor Ditahan Polisi

 

NIASTODAY.COM | Gunungsitoli – Kepolisian Resort Nias, Sumatera Utara, Resmi menetapkan satu orang tersangka dan langsung melakukan penahanan kepada oknum Kontraktor sekaligus oknum Calon Legislatif asal Partai Demokrat, Ododogo Lase. SH (OL), Terkait dugaan kasus penganiayaan secara bersama – sama kepada dua orang PNS /Petugas Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara.

Kapolres Nias melalui Ps. Paur Humas Bripka Restu Gulo, Kepada wartawan membenarkan bahwa (OL) yang merupakan warga Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Telah ditahan dirutan Polres Nias. Jumat (28/12/2018)

Restu memberitahu bahwa adapun dasar penetapan (OL) sebagai tersangka yakni laporan Polisi bernomor : LP/345/XII/2018/NS, tanggal 12 Desember 2018 lalu dengan pelapor/korban : Jamanna Sembiring Als Jaman dan Sandro Simatupang (PNS/Auditor BPKP).

“Lima saksi sudah diperiksa dan Barang Bukti selembar Surat Tugas Kedinasan telah kita sita. Kini Terlapor ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan sejak Kamis tanggal 27 Desember 2018, karena melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain atau Penganiayaan atau menghalangi dengan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan kepada seorang Pegawai Negeri yang melakukan pekerjaan yang sah,” Ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, Lanjut Restu, Pelapor Jaman bersama dengan rekannya Sandro berjalan kaki menuju, lokasi Objek Wisata Pantai Indah Tureloto, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, dan bertemu dengan beberapa orang masyarakat termasuk salah satunya tersangka (OL).

Korban memperkenalkan diri sebagai auditor BPK, dan kemudian langsung menanyakan tentang Proyek bangunan yang lokasinya kebetulan berada di objek wisata tersebut.

Tersangka merasa tidak senang dengan kedatangan para korban yang mengecek proyek dimaksud, sehingga terlapor kemudian mengusir pelapor dengan cara mendorong dada pelapor.

Namun pelapor tidak mau pergi dan bersikukuh tetap dilokasi. Sontak tersangka bersama keempat rekannya langsung memukuli kedua korban secara bersama – sama. Keempat pelaku lainnya ini masih belum diketahui namanya.

“Hingga kini polisi tengah melengkapi berkas perkara untuk dilanjutkan ke Jaksa Penuntut Umum. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Tersangka (OL) dijerat dengan Pasal 214 dari KUHP dan atau Pasal 170 ayat (1) KUHP atau Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara”, Kata Restu.

Informasi yang dihimpun dari berbagai narasumber. Keempat terlapor lainnya yang merupakan rekan tersangka (OL) masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Nias.

(Red./Tim)