/Proyeknya Diperiksa, Oknum Kontraktor Diduga Aniaya Auditor BPKP

Proyeknya Diperiksa, Oknum Kontraktor Diduga Aniaya Auditor BPKP

 

NIASTODAY.COM | Nias Utara – Ketua Tim Tekhnis Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara, Jamanna Sembiring, bersama Anggotanya Sandro Simatupang, menjadi korban pengeroyokan diduga oleh seorang oknum Kontraktor bersama beberapa pria tak dikenal (OTK) di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Rabu (12/12/2018) petang kemarin.

Foto : Auditor BPKP Ketika Tiba di Polres Nias (Baju Putih)

Informasi yang dihimpun melalui Surat Pelaporan Polisi dengan nomor : LP/345/XII/2018/NS (Model B), yang diterima wartawan. Adapun kronologi kejadian bermula saat kedua auditor (korban) bernama Jamanna Sembiring alias Jaman dan Sandro Simatupang usai melaksanakan tugas dinas pemeriksaan beberapa paket pekerjaan milik Pemerintah dan tengah berada di Pantai Tureloto, Desa Balefadoro Tuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara.

Ketika itu, kedua korban melihat sebuah proyek dan bertanya kepada Ketua PPHP Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Utara terkait proyek itu. Ketua PPHP Dinas Pariwisata mengatakan bahwa proyek kerja itu milik Pemerintah Kabupaten Nias Utara.

Sontak secara tiba – tiba, Sekelompok orang bersama terlapor berinisial “OL” (oknum Kontraktor yang diketahui telah menjadi calon anggota legislatif) menghampiri korban dan mengusirnya dengan nada kasar. Korban mengabaikan ancaman terlapor dan kembali bertanya secara detail terkait proyek tersebut kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) an. Siti Nurzani Hulu.

Usai berbicara dengan PPK, Pelaku “OL” kembali menyuruh korban pulang dan langsung bersikap anarkis dengan meninju kepala korban. Rekan terlapor juga ikut menganiaya korban, bahkan rekan korban menjadi sasaran amukan terlapor bersama komplotan nya.

Akibat insiden itu, Kedua auditor mengalami luka dan lebam serta trauma psikologi sehingga membuat laporan polisi ke Mapolres Nias, Rabu Malam, dengan pengawalan Unit Reskrim Polsek Lahewa.

Pantauan wartawan di Mapolres Nias, Rabu (12/12) Pukul 23.00 Wib, Beberapa personil penjagaan memperketat situasi. Salah seorang personil penjagaan berupaya membatasi Jurnalis dari Media Online dan Televisi untuk melakukan pengambilan foto serta visual gambar.

Sejak Kamis (13/12), Sejumlah wartawan tengah menunggu keterangan dari pihak Kepolisian dan belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Nias Utara, terkait insiden penganiayaan kedua Auditor tersebut.

Beberapa wartawan yang berupaya melakukan konfirmasi kepada terlapor “OL” serta Dinas Pariwisata Nias Utara juga tak membuahkan hasil.

(Red/Tim)